BPJS Kesehatan Lakukan Kemitraan Profesional dengan RS

Laporan: Siska.

bpjs-kesehatan-lakukan-kemitraan-profesional-dengan-rsglobalaktual.com, Jakarta – Rabu (29/9) malam, BPJS Kesehatan menggelar pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit di Jakarta. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan hubungan kemitraan dan komunikasi antara BPJS Kesehatan dan stakeholder termasuk fasilitas kesehatan (rumah sakit), asosiasi fasilitas kesehatan, dan regulator dalam menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para manajemen rumah sakit pemerintah dan swasta, asosiasi profesional seperti IDI dan PERSI, serta Kementerian Kesehatan. Acara dibuka oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo.

Direktur utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan hubungan kemitraan dan kepercayaan antara BPJS Kesehatan dan stakeholder terkait. Fachmi Idris berharap agar stakeholder terkait ikut serta mendorong pencapaian peningkatan kerja sama fasilitas kesehatan (faskes) dan indeks kualitas layanan faskes. Selain itu, stakeholder terkait juga diharapkan dapat menjadi sarana diskusi, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan JKN-KIS, serta mendapatkan masukan-masukan positif tentang pelaksanaan JKN-KIS yang nantinya dapat menjadi rekomendasi untuk diusulkan kepada regulator.

“Di tahun ke-3 implementasi program JKN-KIS, salah satu fokus BPJS Kesehatan adalah Pemantapan Pelayanan. Hal ini diimplementasikan dengan memperkuat sistem pelayanan online untuk peserta pekerja penerima upah (PPU), implementasi coordination of benefit (COB), perluasan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (tingkat pertama dan lanjutan). Dengan adanya pertemuan ini diharapkan manajemen rumah sakit juga dapat mewujudkan pemantapan layanan bagi peserta JKN-KIS tentunya melalui kemitraan yang setara dan profesional,” ujar Fachmi Idris.

Selanjutnya, dalam acara pertemuan Manajemen Rumah Sakit itu juga diisi dengan sejumlah rapat dan diskusi dari berbagai elemen narasumber. Para narasumber berdiskusi dan membahas Dukungan Regulasi untuk Pemantapan Layanan Bagi Peserta Layanan JKN-KIS. Di samping itu, akan dibahas juga mengenai Best Practice Sharing Pengelolaan Dana JKN Secara Efektif dan Efisien oleh Rumah Sakit Daerah untuk Menjamin Mutu Pelayanan Kesehatan. Terakhir, akan dibahas mengenai Rencanan implementasi Hasil Peninjauan Tarif INA-CBG’s untuk Mendukung Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan.

Dalam acara tersebut, BPJS Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada 12 rumah sakit yang dinilai berkomitmen dalam penyelenggaran JKN-KIS. Hal tersebut dilakukan setelah ke-12 rumah sakit dinilai berdasarkan Hasil Penilaian Peserta JKN-KIS melalui instument Walk Through Audit (WTA) selama periode Mei hingga Juli 2016. Penghargaan ini diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan peran dan fungsi fasilitas kesehatan tingkat lanjutan. Khususnya bagi rumah sakit agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS.

“Nantinya pada tahun 2019, seluruh rakyat Indonesia sudah memiliki BPJS Kesehatan. Dalam mewujudkan hal itu, tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” jelas Fachmi Idris.

“Keberhasilan program JKN-KIS tidak bisa lepas dari dukungan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan selaku mitra BPJS Kesehatan. Dengan demikian, perlu ditingkatkan peran dan fungsinya dalam memberikan pelayanan dalam rangka kendali mutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan JKN,” sambung Fachmi.

Keduabelas rumah sakit yang memperoleh penghargaan di antaranya, RS Royal Prima (Medan), RS Islam Arafah (Jambi), RS Siti khadijah (Palembang), RS Sari Asih (Tangerang), RSUD Majalaya (Soreang), RSUP Dr. Kariyadi (Semarang), RSU William Booth (Surabaya), RSUD Muara Teweh (Barito Utara), RS Tingkat II Pelamonia Kesdam VII (Makassar), RSUD Undata (Palu), RSUD Kota Mataram (Mataram), dan RSUD Mardo Waluyo (Metro).

Dirjen Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo turut menyampaikan pidatonya mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN-KIS.

Related posts

Leave a Comment