Masyarakat Antusias Ikut Kampanye Terbuka Paslon Rano-Embay

Laporan: Helmy.

globalaktual.com, Serang – Sesuai jadwal yang diperoleh dari KPU Banten, kegiatan kampanye terbuka bagi pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarif akan dilaksanakan pada 8 Januari 2017 dan 4 Februari 2017. Untuk sesi kampanye terbuka yang pertama, pasangan Rano – Embay telah memilih lokasi yaitu di Lapangan Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Meski sempat diguyur hujan, Kampanye Rapat Umum Pilkada Banten 2017 nomor urut 2 Rano Karno-Embay Mulya Syarief tetap berlangsung di lapangan Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang. Ribuan simpatisan memenuhi lapangan stadion.

Acara juga dihadiri oleh para petinggi partai pengusung dari PDI Perjuangan, PPP, dan Partai NasDem. “Jangab lupa tanggal 15 Februari 2017 coblos nomor 2 Rano – Embay supaya Banten sejahtera,” kata pemandu acara, Minggu (8/1/2017).

Pembukaan kampanye dimulai dengan beberapa hiburan masyarakat seperti lagu dangdut, hip hop, dan hiburan debus khas banten. Semua lagu dikolaborasi dengan lirik ajakan memilih nomor dua.
“Pilih nomor dua agar banten bebas korupsi,” ujar salah satu penyanyi dangdut yang turut serta dalam kampanye.

Atribut dukungan mulai berkibar di lapangan boru, bendera pe dukung pasangan nomor urut dua seperti partai PDIP, NasDem, dan PPP.
Rano Karno dan Embay Mulya Syarief sendiri baru tiba di lokasi pada pukul 14.14 WIB. Kedatangan Rano- Embay langsung disambut dengan penampilan seni tradisi.

Antusiasme ribuan pendukung di Lapangan Boru sempat membuat Rano-Embay kesulitan untuk memasuki arena kampanye. Hampir memakan waktu setengah jam bagi keduanya untuk masuk. Namun, Rano menyambut baik antusiasme dari pendukung.

Namun bukan hanya antusiasme masyarakat yang membludak, namun juga hadirnya para aktivis muda, LSM anti korupsi, tokoh pendiri Banten juga kyai kharismatik di Banten hadir dalam rapat umum ini. Rapat diawali dengan orasi ketua partai pendukung yakni Ketua DPW Nasdem,
Ketua DPD PDIP Banten dan Ketua DPW PPP serta Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah

“Hari ini kita tentukan sikap untuk mencoblos no urut 2 pada 15 Februari 2017 dan mari kita tentukan no urut 2 pasangan yang harus kita menangka sehingga Provinsi Banten yang terdiri dari 4 Kabupaten dan 4 Kota akan menjadi tanggung jawab Rano Karno,” Asep Rahmatullah saat menyampaikan orasinya.

Asep melanjutkan, Rano Karno telah membuat perubahan di Provinsi Banten, untuk itu pada 15 Februari 2017 pilihlah Paslon Gubernur Wakil Gubernur Banten No Urut 2 Rano-Embay.

Setelah itu secara bergantian perwakilan masyarakat menyampaikan orasi dan alasannya mendukung pasangan Rano-Embay. Salah satunya adalah Taufiequrachman Ruki, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam orasinya Ruki memberikan analogi mengenai ikan segar dan ikan busuk. Ruki menyebut semenjak berdiri Provinsi Banten tidak pernah maju sama sekali. Ia menyimpulkan bahwa selama 16 tahun berdiri Banten dipimpin oleh kepala yang busuk.

“Jika kepala ikan busuk, maka seluruh badan akan busuk. Kita selama ini memilih kepala ikan busuk. Itulah yang terjadi selama 16 tahun ini. Nggak maju-maju Banten,” jelas Ruki.

Dalam kesempatan yang sama Ruki juga menyarankan untuk tidak memilih pemimpin yang bermasalah. Apalagi yang terindikasi menjadi bagian praktik korupsi. Sebab menurutnya, Banten sudah 16 tahun menjadi provinsi yang hanya jalan di tempat karena kasus korupsi. Karena itulah saatnya warga Banten untuk memilih nomor dua.

“Ini bukan ikan yang busuk. Saya punya keyakinan bahwa Pak Rano Karno dan Pak Haji Embay bukan tipe ikan yang kepalanya busuk,” saran Ruki.

Taufiequrachman juga menyebut Banten akan lebih baik di tangan Rano-Embay. Karena Rano telah memberikan bukti kepada masyarakat Banten. “Kalau dulu saya ke Kumpai (Kabupaten Lebak) ke kampung saya shockbreaker mobil saya bisa patah. Tapi sekarang di era Pak Rano saya akan pulang bawa sedan,” kata Ruki memberikan bukti.

Pensiunan Jendral Polisi itu memberikan orasi politiknya didampingi tokoh pendiri Banten Muchtar Mandala (Pemilik Nyi Mas Ropoh yang dijadikan tempat musyawarah Akbar pembentukan provinsi Banten), Embay Mulya Syarief, dan cucu dari Kyai Wasyid dari Geger Cilegon Kyai Mansur Muhyiddin.

Selain dari tokoh pendiri Banten hadir juga dari kalangan aktivitas seperti Uday Suhada, Rudi Hermawan dan beberapa aktivis lainnya yang konsisten dalam pemberantasan korupsi.

Sementara dari jajaran partai hadir juga mantan Bupati Lebak dua Periode, Mulyadi Jayabaya, Irgan Chairul Mahfiz, Muhammad Hasbi, Dedi Ramanta dan yang lainnya.

Pada kesempatan tersebut Calon Gubernur Banten No urut 2 Rano Karno menegaskan, kita tidak ada waktu lagi untuk menyatukan tekat, masa depan Banten kita tentukan hari ini.

“Kementerian Dalam Negeri telah mengalokasilan dana untuk pembangunan di Banten sebesar 10 triliun, artinya pembangunan Banten harus dimulai dan pembangunan akses jalan akan dilanjutkan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam waktu satu setengah tahun, saya harus melakukan pekerjaan yang maksimal, dan alhamdulillah, (pekerjaan tersebut) dapat selesai.

“Alhamdulillah berkat kerja keras, APBD Banten kita sudah mencapai Rp 10,3 triliun. Kita kemarin bekerja 1,5 tahun. Karena itulah saya ingin melanjutkan pembangunan ini,” jelas pemeran si Doel ini.

Sementara itu, Calon Wagub Banten No urut 2 Embay Mulya Syarif menuturkan, berapapun APBD Banten jika tidak dikelola dengan benar kita harus bertekad untuk menjadikan Provinsi Banten bebas dari korupsi karena tidak ada manfaat jika APBD dikorupsi

“Karena itulah mari bersama sama berjuang untuk Banten bebas korupsi,” tegas Embay.

Related posts

Leave a Comment