Kasus Dugaan Suap P3T Diduga Melibatkan Oknum DPRD Pandeglang

PANDEGLANG, Globalaktual.com – Puluhan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pandeglang menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman Kantor DPRD Pandegelang, Rabu (28/2/2018). Mahasiswa meminta sanksi diberikan kepada sejumlah oknum anggota dewan yang diduga menerima suap Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Tertinggal (P3T).

Mahasiswa juga meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandegelang agar kembali memanggil anggota dewan yang mangkir saat pemanggilan pertama.

Dalam aksinya mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi P3T, Seret Oknum DPRD’ dan ‘Mulai Hari Ini Oknum Dewan Pindah Ngantor ke Kejaksaan’.

“Bongkar kasus P3T sampai ke akar-akarnya dan seret oknum dewan yang diduga terlibat korupsi P3T” teriak Koordinator Aksi, Ajat Sudrajat.

Dikatakan Ajat, dugaan keterlibatan sejumlah anggota dewan pada kasus P3T tidak mencerminkan sebagai lembaga yang mewakili rakyat Pandegelang.

“Seharusnya DPRD Pandeglang mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat untuk membantu dan mensejahterakan rakyat bukan malah memperkaya diri sendiri,” kata dia.

Untuk sekedar diketahui, sebelumnya Kepala Kejari Pandeglang, Nina Kartini mengaku sangat serius dalam menangani kasus dugaan P3T tersebut. Nina mengaku pihaknya sangat serius dengan penuntasan kasus itu.

Hal itu dibuktikan dengan di panggilnya lima anggota DPRD Pandeglang yang disebut-sebut telah menerima aliran dana sebagai uang pelicin atau suap guna mendapatkan paket pekerjaan P3T dari sejumlah pengusaha.

Namun dari kelima anggota DPRD Pandeglang yang dipanggil hanya tiga orang yang datang memenuhi panggilan Kejari, diantaranya Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Erin Fabian, Ketua Komisi III DPRD Pandeglang, Iing Andri Supriadi dan Ade Kadar sebagai anggota komisi II DPRD Pandeglang dan yang tidak memenuhi panggilan diantaranya adalah HD dan DS. (vrd)

Related posts

Leave a Comment