Peras Sekolah Ratusan Juta, 5 Orang Ngaku Wartawan dan LSM Ditangkap

OLEH: PROBO WIRASTO/WIED

globalaktual.com, PEMALANG – Lima orang ngaku wartawan dan LSM berhasil ditangkap tim Reskrim Polres Pemalang, mereka diduga telah melakukan pemerasan terhadap sejumlah SMK terkait dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Dalam operasi tangkap tangan tersebut berhasil disita uang tunai sebesar Rp 30 Juta.

Wakapolres Pemalang Kompol Malpa Malacoppo, didampingi Kasubag Humas AKP Lies, Kamis (29/11), menjelaskan bahwa Tim Saber Pungli yang salah satu anggotanya polres Pemalang sebelumnya telah mendapatkan laporan adanya dugaan pemerasan terhadap sejumlah kepala sekolah. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjut dan masuk informasi akan ada transaksi di sebuah kantor asosiasi wartawan di wilayah Widuri.

“Polisi yang datang ke lokasi berhasil mendapatkan kelima pelaku yang terdiri dari 3 oknum yang mengaku wartawan serta lainnya dri LSM, dari lokasi berhasil diamankan pula uang sejumlah 30 juta,” tandasnya.

Kelima orang tersebut adalah SND (48) warga Dukuh Waru Tegal, STN (46) warga Widuri Pemalang, RYN (39) warga Kaligangsa Wetan Brebes, NE(43) penduduk Pasarean Kabupaten Tegal, Kelimanya terdiri dari empat orang laki-laki dan perempuan dan untuk pemeriksaan lebih lanjut mereka kini ditahan di Mapolres Pemalang.

Modus Operandi

Dari hasil pemeriksaan petugas diduga para pelaku sebelumnya setidaknya telah beroperasi di tiga sekolah, rata rata tiap kepala sekolah yang menjadi korban menyetor antara Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Namun tidak menutup kemungkinan masih ada pihak-pihak lain yang juga menjadi korban namun belum melapor.

Modus operandi yang digunakan para pelaku adalah melaporkan dugaan penyimpangan dana BOS ke polisi, karena laporan dilakukan secara resmi di SPKT maka mendapatkan tanda bukti laporan.

Tanda bukti inilah yang kemudian dijadikan senjata untuk melakukan pemerasan. Menurut pengakuan pihak sekolah mereka terpaksa memberi, karena tidak mau repot jika urusan berlanjut meski sebenarnya data-data yang mereka miliki komplet dan tidak masalah.

Karena itu Polres Pemalang menhimbau pada semua sekolah agar tidak takut menghadapi ancaman dari oknum-oknum mana pun, seandainya mereka dilaporkan pun tidak menjadi masalah karena tinggal menunjukan data-data dan bukti yang ada. Selain itu jika ada sekolah yang sudah pernah menjadi korban pemerasan untuk segera melaporkan, karena tidak menutup kemungkinan ada korban lain atau pun oknum lain.

“Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun,” tegasnya.

Related posts

Leave a Comment