Bupati Pekalongan Meninjau Jembatan Kalikeruh yang Putus

*Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meninjau Jembatan Kalikeruh yang putus*

Kajen — Harapan masyarakat Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, dan warga desa lainnya di kecamatan itu agar jembatan darurat bailey dibangun sebentar lagi akan terwujud. Pemkab Pekalongan berencana membangun jembatan darurat ini pada Senin (8/4) lusa. Agar pembangunan jembatan bailey berjalan dengan lancar, masyarakat Desa Luragung menggelar selamatan yang diisi doa bersama di sekitar lokasi Jembatan Kalikeruh yang putus, Jumat (5/4) sore.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Ali Reza, Kepala DPU dan Taru Wahyu Kuncoro, Kepala BPBD Budi R Rahardjo, Sekretaris Bappeda Yulian Akbar, dan sejumlah pejabat lainnya, kemarin sore, ikut menghadiri acara doa bersama tersebut. Di tengah guyuran hujan deras, Bupati dan masyarakat mengikuti pembacaan manakib dan doa bersama di bawah naungan terpal di sekitar lokasi jembatan yang putus.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyatakan, kegiatan selamatan tersebut merupakan momen yang penting untuk sosialisasi dan doa bersama dalam rangka memulai pembangunan jembatan darurat bailey. Dikatakan, jembatan permanen yang skema pendanaanya dari bantuan keuangan provinsi senilai Rp 16 miliar akan segera dilelang.

“Sambil menunggu proses lelang dan persiapan-persiapan yang lain, kita siapkan jembatan daruratnya dulu. Ini merupakan hasil kerjasama dengan pemerintah provinsi. Ini hasil kunjungan bapak Gubernur ke Kalikeruh, kita tindaklanjuti. Kenapa agak panjang (waktunya), karena menunggu konsolidasi material dari pemerintah provinsi. Selanjutnya, kita dukung dengan pembiayaan dari pemkab,” terang Asip.

Dikatakan, sinergi yang baik antara pemkab dan pemrov itulah yang bisa mempercepat pembangunan jembatan darurat dan jembatan permanennya. Sehingga, lanjut dia, masyarakat tidak repot lagi untuk menyeberangi sungai Keruh. “Masyarakat yang biasa naik tangga untuk menyeberangi sungai melalui puing-puing jembatan lama yang ambrol di dasar sungai satu bulan segera berakhir. Pembangunan jembatan permanen juga diharapkan nantinya berjalan dengan baik,” katanya.

Dikatakan, sosialisasi kepada masyarakat juga penting dilakukan. Pasalnya, berdasarkan pengalaman putusnya Jembatan Kalikeruh pada Februari 2018 akibat adanya ‘human error’, yakni praktik penambangan batu di sungai yang lokasinya berdekatan dengan pilar jembatan. “Warga tadi sudah sepakat untuk tidak menggali lagi. Ini perlu kesadaran bersama, agar jembatan ini bisa bertahan lama,” tandasnya.

Kepala DPU dan Taru, Wahyu Kuncoro, mengatakan, material jembatan bailey dipinjami dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, dan pihak pemkab yang memasangnya. Direncanakan, pemasangan jembatan darurat bailey ini akan dimulai hari Senin (8/4). “Direncanakan, besok Senin mulai dipasang karena material sudah dikirim sampai di sini. Perkiraan waktu pemasangan sekitar tiga minggu. Untuk pembangunan jembatan permanennya sekarang masih dalam tahap persiapan lelang,” katanya.

Sementara itu, warga menyambut gembira pembangunan jembatan darurat bailey tersebut, sehingga masyarakat tidak repot lagi naik turun tangga setinggi 11 meter dengan kemiringan 70 derajat untuk bisa mencapai wilayah Kabupaten Pemalang, atau sebaliknya. Perasaan gembira ini di antaranya disampaikan Atik Prastuti (40), warga Desa Luragung yang menjadi guru honorer di SDN 02 Cawet, Kabupaten Pemalang.

Atik yang sudah menjadi guru honorer selama 16 tahun ini harus menerabas puing-puing jembatan lama yang teronggok di dasar sungai, dan naik turun tangga setinggi 11 meter tersebut untuk bisa mencapai lokasi sekolahannya. Pasalnya, jika harus memutar melalui Kajen, maka jarak tempuhnya akan sangat jauh. “Saya sangat senang sekali. Semoga pemasangan jembatan darurat ini berjalan lancar,” ungkap dia.

Seperti diberitakan, Kabid Binamarga DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan Arif Gunawan, menerangkan, jembatan darurat bailey akan segera dibangun dengan posisi pemasangan di atas jembatan lama. Menurutnya, proses pemasangan atau perakitan jembatan bailey selama 30 hari kerja. Diterangkan, panjang jembatan bailey tersebut 48 meter dengan lebar 4 meter. Pembangunan jembatan bailey ini menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) di BPBD Kabupaten Pekalongan sebesar Rp 321 juta.

Dikatakan, jembatan bailey tersebut hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Mobil, kata dia, tidak boleh melintasi jembatan bailey tersebut. Pihaknya akan memasang portal di jembatan bailey tersebut agar mobil tidak bisa melintasinya. “Nanti kan ada proyek pekerjaan jembatan baru juga. Jika jembatan bailey ini dibuka juga untuk mobil, kita khawatir angkutan proyek jembatan akan melintasi jembatan bailey juga, makanya nanti akan kita portal,” terang dia. (Hendri)

Related posts

Leave a Comment