Bawaslu Larang Pemilih Memfoto Saat Mencoblos

globalaktual.com, Batang – Mendekati hari pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Batang mengajak media berperan aktif mengawasi dugaan pelanggaran yang mungkin terjadi, baik dilakukan oleh Calon Legislatif (Caleg) ataupun tim sukses pasangan Capres dan Cawapres. Selain itu, media juga diminta untuk memberikan informasi atau berita pada masyarakat dengan sejuk.

“Peran media sangat penting dalam upaya menyukseskan pelaksanaan pemilu. Media adalah partner yang bisa mendukung tugas kerja Bawaslu, baik dari sisi publikasi maupun pengawasan secara langsung jika terjadi indikasi pelanggaran pemilu. Dan bantuan pengawasan itu sangatlah penting, karena Bawaslu SDM-nya terbatas,” ujar Komisioner Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Kabupaten Batang, Khikmatun saat kegiatan Rapat Kerja Teknis dengan Media, Jumat (4/4).

Khikmatun menjelaskan, pada masa kampanye dan juga jelang hari pemungutan suara banyak terjadi kerawanan pemilu. Seperti munculnya berita hoaks, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta ujaran kebencian yang terhembus pada masyarakat. Selain itu, kerawanan pemilu juga mungkin terjadi saat kampanye dan menjelang pemungutan suara, dan “serangan fajar” dengan menggunakan praktik politik uang.

“Musuh besar demokrasi adalah praktik politik uang. Oleh karena, kami mengajak media dapat berperan aktif mengawasi pelaksanaan pemilu,” tegas Khikmatun.

Pada kesempatan itu, Khikmatun juga mengungkapkan adanya modus baru praktik politik uang. Yaitu dengan sistem pascabayar, artinya pemilih akan mendapatkan imbalan setelah melakukan pencoblosan yang diinginkan oleh pihak yang berkepentingan. Karena itulah, untuk mengantisipasi terjadi kecurangan tersebut pihak bawaslu tidak akan mengizinkan pemilih memfoto dan merekam saat pencoblosan.

“Kami menemukan adanya indikasi modus baru politik uang, yaitu pemilih diminta untuk mengambil gambar saat mencoblos dibilik kotak suara, dan selanjutnya diserahkan ke pihak tertentu untuk mendapat imbalan. Karena itulah, kita melarang keras pengambilan gambar saat mencoblos, dan jika rekan-rekan media menemukan adanya indikasi tersebut, maka bisa segera melaporkannya ke Bawaslu agar bisa kami tindak lanjuti,” tandas Khikmatun. (team GA)

Related posts

Leave a Comment