Sejarah Batik Pekalongan

BY: HENDRI ON APRIL 7, 2019.

globalaktual.com, KOTA Pekalongan adalah kota prularisme yang mana ada interaksi dari masyarakat beda agama yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama lain.

Walikota menuturkan, bahwa dialog keumatan merupakan salqh satu upaya pemkot untuk menjaring aspirasi masyarakat dari lintas agama guna pembangunan Kota Pekalongan.

“Saya ingin dekat dengan semua lintas agama untuk mendengar masukan, saran , kritik dan evaluasi tentang pembangunan Kota Pekalongan dari semua lintas agama. Dengan ketemu dan berdialog seperti ini, maka akan ketemu antara kemauan dari lintas agama dengan pemerintah,” jelas Saelany.

Lebih lanjut Saelany mengatakan, pemerintah membuka banyak forum kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, seperti sarasehan dan sepeda sehat K3, ngaji bareng dengan ulama dan umaro’, sholat subuh berjamaah, dan dialog keumatan lintas agama.

“Dialog keumatan ini seperti forum- forum lainya, namun dari lintas agama. Saya ingin semuanya bersama-sama ikut melakukan pembangunan kota Pekalongan,” lanjut Walikota.

Pada acara “Dialog Keumatan” Walikota juga menghimbau kepada tokoh lintas agama untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan persatuan menjelang pemilihan umum tahun 2019 ini . ” Saya harap walaupun beda agama, suku, ras, golongan dan beda pilihan saat pemilu, tetapi tetap menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Pekalongan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” beber Walikota.

Sementara itu Ketua Panitia Yos Rosyidi menambahkan “Dialog Keumatan” diselenggarakan dalam rangka hari jadi Kota Pekalongan ke 113 dengan maksud untuk menjalin silaturahmi, komunikasi antara pemerintah dengan tokoh lintas agama dan pengusaha.

“Selain itu untuk memunculkan saran terkait hari jadi Kota Pekalongan kedepan dan keterlibatan dari lintas agama untuk ikut bersama melakukan pembangunan kota Pekalongan,” tandasnya. (Hendri)

Related posts

Leave a Comment