TPI 3 Akan Dirombak Jadi Docking Kapal Nelayan*

BY: HENDRI ON APRIL 10, 2019.

globalaktual.com,BATANG – Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 3 Klidang Lor yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah sepertinya bernasib muspro. Kini kondisinya mangkrak.

Alih-alih beroperasi, justru kini lahan di sekitar TPI 3 dijadikan tempat praktek para pengusaha galangan kapal. Para pengusaha menyewa lahan milik pemerintah daerah dengan perjanjian membayar retribusi.

Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksiterhadap Penyampaian Tiga Raperda, Selasa (4/9).

Bupati Wihaji dalam penyampaiannya mengakui bahwa sampai saat ini TPI 3 belum bisa optimal digunakan untuk pelelangan ikan. Hal itu dikarenakan TPI Klidang Lor 1 telah dilakukan rehabilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2018 lalu.

Dampaknya, TPI Klidang Lor 1 kini mampu menampung semua aktivitas pelelangan ikan dari kapal nelayan lokal, baik kecil maupun kapal besar.

“Untuk itu, kami berencana mengembangkan TPI 3 sebagai pusat Docking Kapal nelayan. Sebab keberadaan docking kapal di Kabupaten Batang sampai saat ini hanya ada dua lokasi saja, sehingga nelayan harus mengantri atau menunggu sampai 4 bulan,” katanya.

Menurut Bupati, jika ada penambahan Docking kapal di Kabupaten Batang diharapkan akan mampu menjawab permasalahan nelayan. Keberadaannya juga akan menyumbang PAD dari retribusi jasa docking kapal.

Sementara itu, terkait praktek sewa lahan di sekitar TPI 3, Wihaji menyebut luasan lahan yang disewakan untuk galangan kapal seluas 1.638 meter persegi, dengan perincian panjang 78 meter dan lebar 21 meter.

“Lahan tersebut disewakan dan dipungut retribusi berupa retribusi pemakaian kekayaan daerah, sesuai dengan Perda Kabupaten Batang nomor 21 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha. Adapun lahan tersebut disewakan kepada empat orang pengusaha dengan total pendapatan yang diperoleh Rp 48.863.000 dan semuanya telah distorkan ke Kas Daerah,” terangnya.

Ketua DPC HNSI Batang, Teguh Tarmujo mengatakan menyetujuirencana perombakan TPI 3 Klidang Lor. Sebab menurutnya, tidak ada kebermanfaatan yang diperoleh dari pembangunan proyek negara senilai miliaran rupiah tersebut.

“Kami ikut mendukung rencana tersebut, dari pada keberadaan TPI 3 mangkrak seperti itu. Karena semua kapal nelayan memilih untuk bersandar di TPI 1 ataupun 2. Kami hanya bisa berharap, apapun nanti rencana pemerintah daerah, semoga bisa membawa kebermanfaatan bagi nelayan maupun pemerintah daerah sendiri, dengan adanya pemasukan ke kas daerah,” pungkasnya. (Hendri)

Related posts

Leave a Comment