Wakil Gubernur Jateng Didampingi Bupati Pekalongan Berikan Bantuan ke Pengurus Ponpes

globalaktual.com, Pekalongan – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp 295,35 miliar untuk bantuan insentif kepada 171.131 orang ustaz/ustazah pada tahun 2019 ini. Pemberian bantuan di Kabupaten dan Kota Pekalongan secara simbolis diberikan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Pondok Pesantren Walindo, Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Plt Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng, Ahyani, menjelaskan, jumlah guru keagamaan di Kabupaten Pekalongan yang menerima bantuan insentif pada tahun 2019 sebanyak 7.447 orang, sedangkan di Kota Pekalongan sebanyak 2.497 orang. “Pada tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 205,35 miliar untuk bantuan insentif kepada 171.131 orang ustaz/ustazah,” jelas dia.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur telah mendata guru keagamaan yang valid dan akan dianggarkan dalam anggaran di Provinsi Jawa Tengah. “Tentu saya hari ini sebagai tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih atas program Provinsi Jawa Tengah yang baik itu. Semoga program itu akan membantu kita semua, minimal pemprov sudah memulai dari yang dulunya tidak ada,” ungkap Bupati.

Bupati menuturkan, Gus Yasin punya misi besar dalam memajukan dunia pedidikan Islam, khususnya pondok pesantren, madrasah diniyah dan TPQ, madrasah awaliyah dan lain-lain. “Misi beliau adalah bagaimana agar anak-anak kita cerdas, tidak sekadar menguasai ilmu umum akan tetapi juga ilmu agama. Maka dari itu kita dukung dan sukseskan program beliau,” tutur Bupati.

Bupati menjelaskan, TPQ/Madin di Kabupaten Pekalongan berjumlah 1.285 dan gurunya 7.925 orang. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah memberikan insentif kepada meraka. “Alhamdulillah hari ini kita mendapat bantuan tambahan dari Pemrov Jateng,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, menjelaskan, program bantuan insentif diberikan kepada guru ngaji sebagai wujud kepedulian Pemprov Jateng terhadap perjuangan mereka dalam mendidik anak bangsa agar berbudi pekerti luhur. Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menegaskan, pondok pesantren bukan sekadar asrama bagi para santri, melainkan tempat yang tepat untuk mencetak anak bangsa berkarakter.

“Saat ini kita memerlukan akhlak dan pemahaman agama Islam secara kaffah, secara sempurna. Kalau pemahaman itu ada, saya yakin pemahaman radikal, terorisme, dan pemahaman yang tidak sesuai dengan ajaran agama dapat terhapuskan dengan sendirinya. Maka, kepada ustaz/ustazah, saya mohon didik putra-putri kami menjadi putra-putri yang berakhlak mulia,” pintanya.

Gus Yasin pun berupaya agar program bantuan insentif tersebut dapat dilakukan secara berkesinambungan. Selain program bantuan insentif, pihaknya juga terus mendorong program ekonomi pesantren (ekotren) agar ekonomi di lingkungan pondok pesantren terus tumbuh. “Niki dados amal jariyah kula kaliyan Mas Ganjar. Kita dorong agar program (bantuan insentif) ini saged saklawase ada di Jawa Tengah,” pungkasnya. (Hendri)

Related posts

Leave a Comment