Bupati Batang Resmi Jadi Pilot Paralayang

globalaktual.con, BATANG – Paralayang termasuk olahraga ekstrim dan masih baru di Kabupaten Batang yang dirintis di spot bukit Sikuping. Namun, meskipun baru sekitar satu tahunan dirintis, tapi di Batang sudah digelar kejuaraan yang diikuti peserta dari berbagai daerah.

Batang sudah dua kali ini menggelar kejuaraan paralayang, yang pertama tahun 2018 Bupati Cup sukses digelar dengan Zero Accident. Dan kali ini kita bekerjasama dengan Kementrian Pemuda Olah Raga menggelar Kejuaraan Paragliding TROI Seri I yang pesertanya atlit Profesional serta atlit peraih juara dunia. Bahkan dari atlit dari negara Korea juga hadir,” ujar Bupati Batang Wihaji pada acara Welcome Party sebelum pelaksanaa Kejuaraan Paragliding TROI Seri I Bukit Sikuping, yang berlangsung di Rumah Makan Sendang Wungu Desa Gringsing Kecamata Gringsing, Kamis (25/4) malam.

Bupati Wihaji menjelaskan, Kabupaten Batang memiliki pesona wisata yang terbentang dari laut sampai pegunungan yang mempunyai keindahan dan kesejukan luar biasa. Bahkan di tahun 1980 pernah digelar lomba yang memadukan wisata dan olahraga gantole yang lokasi spotnya di Obyek Wisata kebun teh Pagilaran dengan ketinggian mencapai 800 mdpl.

“Batang itu Heaven Of Asia, bagi orang yang berkunjung di Batang ‘tombo teko loro lungo, rezeki lancar utang lunas, karena Batang apa yang lue mau gua ada,” promosi Wihaji dihadapan atlet paralayang yang datang dari berbagai daerah se-Indonesia.

Wihaji mengungkapkan, kejuaraan paralayang yang digelar merupakan bagian dari sarana Pemda untuk mempromosikan pesona wisata. Hal itu dilakukan guna mendukung tahun kunjungan wisata 2022 dengan semangat menjadikan Batang sebagai kabupaten industri juga sebagai kabupaten wisata.

Sementara itu Deputi Bidang Pemberdayaan Olahraga Kementerian Olahraga RI, Raden Isnanta hadir mengatakan, bahwa Indonesia kalau mau menggali ekonomi potensinya ada di wisata. Mengingat jika berbicara teknologi dan jasa, masih kalah dengan Amerika dan Jepang.

“Oleh karena itu, kita kuatkan dengan industri pariwisata karena alamnya tidak ada yang menandingi, maka Sport Tourism atau Pariwisata untuk olahraga menjadi alternatif kita untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada,” jelas Raden Isnanta

Pada malam itu, Bupati Wihaji menerima lisensi sebagai pilot olahraga paralayang dari Federasi Air Sport Indoensia ( FASI). Lisensi sendiri diberikan setelah bupati melakukan terbang solo sebanyak 40 kali. (H3n)

Related posts

Leave a Comment