Pelecehan Profesi wartawan dan kekerasan serta dihalangi saat akan konfirmasi ,

globalaktual.com, Sambas Kalbar – Kembali terjadi kekerasan dan pelecehan terhadap profesi wartawan saat menjalankan tugas peliputan. Kali ini terjadi pada awak media News Investigasi yang bertugas di wilayah Kabupaten Sambas Kalimantan Barat.

Kronologis kejadian: pada hari Jum’at 10/05/2018 sekira pukul 18:51 WIB, awak media News Investigasi86 bernama Narjahan dan Asmoni, bermaksud ingin mengisi bensin kendaraan sepeda motornya di SPBU desa Tanah Merah kecamatan Paloh kabupaten,tanpa sengaja mereka berdua melihat ada pembelian BBM Jenis Premium dengan menggunakan Jirigen dalam jumlah yang banyak.

Karena merasa ada kejanggalan, Najarhan dan Asmoni langsung mendekati salah satu karyawan SPBU yang sedang mengisi BBM jenis Prsmium ke jirigen dalam jumlah yang banyak untuk konfirmasi mengapa SPBU tersebut memperbolehkan penjualan dan pengisian BBM bersubsidi jenis Premium dengan menggunakan jirigen.

Menurut keterangan Najarhan, dia langsung memperkenalkan diri selaku wartawan news investigasi86, belum sempat mengeluarkan kartu anggota dan surat tugas, salah satu oknum karyawan SPBU bernama iyan, menghampiri kedua awak media tersebut dan langsung merangkul Najarhan dengan kasar lalu di bawa ke kantor SPBU, sambil marah marah dan mengatakan “kalian wartawan tidak jelas !!”.

Pelaku iyan menyuruh rekan kerjanya bernama Rudi untuk menelpon ke keamanan SPBU bernama Arga yang di ketahui sebagai anggota TNI AD yang betugas sebagai anggota intel Kodam XII/Tanjung Pura Pontianak, Tidak lama kemudian Rudi memberikan hp kepada jurnalis Najarhan sambil berkata “Arga mau bicara,” ujar Rudi.

Najarhan pun memperkenalkan diri kepada Arga melalui telpon, dan argapun mengajaknya mau berteman atau bagaimana? Najarhanpun langsung menyerahkan hp tersebut kepada pelaku rudi yang bekerja di SPBU tersebut dan kedua wartawan tersebut dibebaskan lalu di persilahkan pulang.

Atas kejadian Tersebut, kedua Jurnalis News Investigasi 86 dengan diantar kepala bironya Bernama Rudi Kurniawan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sambas. Kini permasalahan kasus pelecehan profesi wartawan dan menghalangi tugas wartawan dalam mencari informasi ditangani oleh Polres Sambas guna pengusutan lebih lanjut.

semoga ada keadilan untuk Insan Pers dan pelaku kekerasan dan pelecehan profesi Wartawan dapat di adili sesuai perbuatannya. Karena para pelaku telah melanggar pasal 18 ayat 1 Undang Undang Pers No 40 thn 1999. Dan Seperti yang diketahui para jurnalis atau wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang Undang Pers No 40 Thn 1999.

Bersambung…..

( Tim News investigasi 86 Kalbar )

Related posts

Leave a Comment