Ali Tasan: Kondisi Armada Lebaran akan Dicek Ketat

globalaktual.com, Kota Pekalongan – Menghadapi momen lebaran 2019, Terminal Tipe A Pekalongan mulai melakukan pengecekan kesiapan ratusan armada untuk memastikan kondisi kelayakannya. Dari 326 armada yang ada, pihak Terminal belum dapat memastikan jumlah kendaraan yang laik jalan dan dapat menjadi bagian dari armada yang dapat beroperasi sebagai angkutan Lebaran.

Koordinator Terminal Kota Pekalongan Kementerian Perhubungan, Ali Tas’an menjelaskan, untuk pengecekan rutin memang sudah dilakukan setiap hari oleh petugas Terminal di posko pencatatan. Namun selain pengecekan rutin, pada 20 Mei mendatang pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan bersama atau ramp check dengan Dinhub Kota Pekalongan.

“Kalau jumlah armada yang ada, menurut catatan ada 326 armada. Namun berapa yang laik jalan dan berapa yang aktif, nanti akan dicek kembali bersama-sama baik di Terminal maupun ke pool-pool,” tuturnya.

Menurut catatan Terminal, 326 armada yang ada terdiri dari 171 bus AKAP dengan daya tampung 50 penumpang, 12 bus AKDP yang juga berdaya tampung 50 penumpang, 82 bus AKDP berdaya tampung 26, 40 AKDP berdaya tampung 16, serta 12 angkutan perbatasan. Disesuaikan dengan jumlah rate perjalanan, total 326 armada diperkirakan dapat menampung sebanyak 19.666 penumpang.

“Kami di Terminal diberi tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga melalui kegiatan pengecekan armada kami berikomitmen untuk mengutamakan keselamatan penumpang,” tegasnya.

Ditanya mengenai puncak arus mudik maupun arus balik di Terminal Pekalongan, 
Ali Tas’an mengatakan bahwa pada Lebaran tahun 2019 ini diprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 lebaran atau tanggal 2 Juni 2019.

Sedangkan untuk arus balik, puncaknya diprediksi akan berlangsung cukup lama, yakni mulai H+4 hingg H+10 Lebaran.

“Kalau tahun ini saat arus mudik hari libur sudah mulai pada tanggal 30-31 Mei sehingga prediksi kami puncaknya akan terjadi pada H-3 Lebaran. Namun saat arus balik, sesuai dengan kebiasaan atau adat masyarakat Pekalongan dan sekitarnya biasanya akan melewati masa Syawalan terlebih dulu sebelum kembali,” tandasnya.(h3n)

Related posts

Leave a Comment