Pemkot Pekalongan Bersama Airnav Indonesia Gelar Rapat Koordinasi persiapan Pelaksanaan Festival Balon

globalaktual.com, KOTA PEKALONGAN – Sebagai wujud melestarikan tradisi saat momen Syawalan (seminggu setelah lebaran), Pemerintah Kota Pekalongan bekerja sama dengan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau Airnav Indonesia kembali akan menggelar Festival Balon Udara Tambat (tali) 2019.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Sri Rumingsih menjelaskan, festival balon udara tambat rencananya akan digelar pada 12 Juni 2019 (7 Syawal) yang dipusatkan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan. Menurut Sekda, pemilihan lokasi tersebut dikarenakan akses dari wilayah sekitar dapat dijangkau oleh masyarakat Kota Pekalongan dan kota atau kabupaten sekitarnya serta area yang luas sehingga mampu menampung lebih banyak masyarakat yang ingin menonton festival tersebut.

“Festival balon Kota Pekalongan 2019 melibatkan kota maupun kabupaten tetangga baik Pekalongan maupun Batang khususnya Tirto, dan Warungasem agar bersama-sama mendukung aturan pemerintah terkait keselamatan penerbangan. Pelaksanaan Festival Balon pada tanggal 12 Juni 2019 atau 7 Syawal dimana stimasi acara pelepasan balon pukul 05.00-09.00 WIB,” kata Sekda, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan Festival Balon Kota Pekalongan di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan.

Ruminingsih menuturkan, penyelenggaraan festival balon udara tambat merupakan upaya menjaga keselamatan penerbangan yang mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat. Sebagaimana diketahui, balon udara tanpa awak sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan karena bisa bertabrakan dengan pesawat sehingga mengganggu fungsi pesawat.

Sementara di sisi lain, pembuatan dan pelepasan balon udara sudah menjadi tradisi masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya untuk memeriahkan Syawalan. Maka, agar tradisi tetap ada, namun tetap aman tidak mengganggu lalu lintas penerbangan, maka Pemkot Pekalongan bersama Airnav Indonesia memfasilitasi dengan menyelenggarakan festival balon udara tambat. Festival ini pertama kali digelar tahun 2018 lalu.

“Ini merupakan rapat kedua terkait dengan pelaksanaan Festival Balon tahun ini yang akan kita gelar dimana kita difasilitasi dari Airnav Indonesia. Harapannya Festival balon ini sebagai sarana untuk memberikan ruang pada tradisi yang sudah dilaksanakan agar tetap dilaksanakan namun tidak mengganggu keselamatan penerbangan,” ungkap Sri Ruminingsih.

Sementara itu, Sekretaris AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo mengakui keselamatan penerbangan menjadi hal penting dalam mengadakan Festival Balon di Kota Pekalongan nanti. Oleh karena itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam festival tersebut agar tetap memperhatikan aturan larangan maupun yang diperbolehkan saat hendak melepaskan balon ke udara. Aturan tersebut guna mengurangi penerbangan balon secara liar yang diterbangkan oleh masyarakat agar tidak mengganggu penerbangan nasional maupun internasional.

“Kami akan terlebih dahulu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melepaskan balon tentang estimasi waktu, perkiraan arah angin sampai jadwal penerbangan nasional dan Internasional. Sekaligus, memfasilitasi masyarakat yang memiliki budaya dalam menerbangkan balon serta harus ada sosialisasi kepada masyarakat sebelum menuju ke acara tersebut,” jelas Didiet.

Ditambahkan Manager Humas AirNav Indonesia, Yohannes Sirait, festival balon tambat ini diharapkan dapat mengubah dari tradisi lepas balon yang membahayakan penerbangan menjadi balon tambat (tali).

“Kami mengapresiasi penuh dari Pemkot Pekalongan telah mendukung upaya keselamatan penerbangan karena balon dapat berbahaya bagi penerbangan. Sehingga solusinya kami buat festival, budayanya tetap terjaga. Diharapkan ke depan masyarakat Kota Pekalongan yang mempunyai budaya balon mengubah sedikit budayanya menjadi ditambatkan sehingga budaya tetap berjalan namun keselamatan penerbangan tetap terjamin,” papar Yohannes.

Adapun ketentuan balon dalam acara festival balon tambat nanti yakni diameter balon berukuran maksimal 4 meter dan tinggi maksimal 7 meter yang ditambatkan di 3 tali penambat.

Untuk meningkatkan animo peserta dalam festival tersebut, lanjut Yohannes, AirNav Indonesia telah menyiapkan hadiah menarik seperti uang tunai total Rp70 juta, paket umroh, tiket pesawat, dan beragam doorprize lainnya. Selain itu, juga akan digelar pameran produk UKM untuk turut menyemarakkan festival tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Pekalongan ayo bersama-sama daftar, ada total hadiah Rp70 juta dan hadiah menarik lainnya. Dalam festival ini juga akan diisi pameran dari produk produk UKM yang ada di Pekalongan untuk meramaikan acara Festival Balon,” pungkas Yohannes. (Hen)

Related posts

Leave a Comment