Empat Proyek Dilelang, DPUPR Kota Pekalongan Targetkan Rampung Juli

BY HENDRI ON JUNI,2019

globalaktual.com, KOTA PEKALONGAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, saat ini tengah berupaya agar semua proyek fisik (pekerjaan konstruksi) yang sudah dianggarkan dalam APBD 2019 bisa segera dilelang.

Plt Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Slamet Mulyo, menargetkan paling lambat Juli mendatang proses lelang 18 paket pekerjaan konstruksi senilai Rp33,1 miliar sudah selesai. “Targetnya Juli semua sudah penandatanganan kontrak, sehingga harapannya November sudah selesai semua kegiatannya,” jelase Slamet.

Pihaknya mengakui, saat ini baru ada empat paket pekerjaan konstruksi yang sudah diumumkan pelelangannya di LPSE Kota Pekalongan. Keempat paket ini, pertama adalah Pembangunan Jalan Tembus Dr Sutomo-Komodor Adi Sucipto (Frontage Road) Tahap II senilai Rp12,7 miliar. “Lelangnya yang ini malah sudah selesai,” ujarnya.

Berikutnya, tiga paket yang saat ini masih tahap lelang adalah Pembangunan Pintu Air, Pompa dan Rumah Pompa Pengendali Banjir senilai Rp5,4 miliar; Pembangunan Stasiun Pompa Panjang Baru senilai Rp1,4 miliar; dan Pembangunan Stasiun Pompa Klego senilai Rp1,4 miliar.

Untuk 12 paket pekerjaan konstruksi lainnya, antara lain Peningkatan Jalan Samanhudi (lanjutan tahun 2017) dengan pagu anggaran sebesar Rp718,7 juta; Peningkatan Jalan Pramuka (lanjutan tahun 2017) dengan nilai pagu Rp1,4 miliar; Peningkatan Jalan Seruni Utara SMP 10 (Klego – Slamaran) Rp496 juta; Peningkatan Jalan Pelita III (lanjutan 2018) senilai Rp453 juta; Rehabilitasi/Pemeliharaan Jembatan di Kelurahan Jenggot senilai Rp450 juta, dan beberapa paket lainnya, akan mulai diumumkan di LPSE dalam minggu ini.

Termasuk pula, imbuh Slamet, paket pekerjaan Penataan Kawasan Alun-Alun (sisi timur) dengan pagu anggaran Rp2,49 miliar; maupun Penataan Kawasan Lapangan Tirto dengan pagu anggaran Rp998,7 juta.

Sedangkan untuk dua paket pekerjaan, yakni Penataan Kawasan Jetayu (Jalan Cendrawasih) dengan pagu anggaran Rp998,7 juta dan Penataan Kawasan Jetayu (Jalan Rajawali) senilai Rp882 juta, tidak bisa mulai pengumuman lelang minggu ini. “Khusus yang dua paket pekerjaan penataan kawasan Jetayu ini mungkin baru akan dilelang minggu depannya lagi,” tuturnya.

Mengenai alasan kenapa banyak paket pekerjaan konstruksi yang tidak jauh-jauh hari dilelangkan, menurut Slamet lantaran harus menyesuaikan perubahan standar dokumen pengadaan. “Kemarin memang standar dokumen pengadaannya yang berubah-ubah, dari LKPP-nya, jadinya harus disesuaikan lagi,” imbuhnya. (Hen)

Related posts

Leave a Comment