Antisipasi Banjir, DPUPR Pekalongan Bersama Warga Bersihkan Lumpur

PEKALONGAN, globalaktual.com – Wilayah Krapyak khususnya di sepanjang Jalan Jlamprang selama ini menjadi wilayah yang kerap tergenang rob. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dibantu para warga setempat melakukan pengurasan dan pengerukan endapan lumpurnya di Jalan Jlamprang, Krapyak Kidul, Pekalongan Utara, Rabu (19/6/2019).

Saat melakukan melakukan pantauan di lokasi pengurasan, Plt Kepala DPUPR Kota Pekalongan melalui Kepala Bidang Bina Marga, Bambang Sugiarto ST MM., mengungkapkan langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi banjir atau genangan rob di wilayah Krapyak.

“Hari ini kami mengadakan pengurasan saluran di Jalan Jlamprang, karena di jalan tersebut terutama di depan Masjid Al-Aulia ke Selatan, jalan masih rendah sehingga ketika ada rob yang menggenangi kampung meluap hingga jalan Jlamprang,” ucap Bambang.

Menurut Bambang, ada beberapa sebab meluapnya genangan rob tersebut hingga ke jalan, diantaranya saluran drainase yang tahun lalu dibangun melalui anggaran Neighborhood upgrading and shelter sector project (NUSP) atau Proyek Peningkatan Lingkungan dan Sektor Perumahan oleh melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dinperkim) hingga sekarang belum terdapat adanya pompa, sehingga permasalahan genangan rob tersebut belum dapat tuntas.

“Namun, informasi yang kami terima untuk pengadaan pompa akan dilaksanakan tahun ini melalui Dinperkim dan bantuan dari Propinsi, ini sudah dalam tahap kontrak dan sudah dipesankan. Mudah-mudahan bulan Agustus atau September sudah dapat terpasang sehingga sudah bisa mengantisipasi genangan yang ada,” jelas Bambang.

Dituturkan Bambang, pengurasan saluran yang nantinya akan dibuang ke TPA tersebut rencananya akan berlangsung selama 7 hari dan akan dilakukan hingga Gang 8. Lebih lanjut, Bambang menambahkan, dalam pengerjaan proses pengurasan ini terdapat kesulitan yaitu ada beberapa warga yang menutup lebar saluran air sehingga menyulitkan dalam melaksanakan normalisasi.

“Jika bantuan pompa sudah turun rencananya akan dipasang di Jalan Mahakam. Ada beberapa duicker yang masuk gang yang masih rendah akan kami bongkar dan akan segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu aliran air nantinya. Kami juga masih mengusulkan penanganan peninggian jalan dan saluran mudah-mudahan di anggaran perubahan tahun 2019 bisa teralokasikan untuk mengatasi permasalahan yang ada di Jalan Jlamprang,” terang Bambang. (Eka)

Related posts

Leave a Comment