Rasionalisasi APBD Perubahan Pemprov Banten Mencapai Rp524 M

hudaya lcBanten, globalaktual.com – Puluhan SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, terkena rasionalisasi anggaran. Menurut Pemprov Banten, saat ini hasil dari rasionalisasi tersebut telah mencapai Rp542 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina, mengatakan, setidaknya 20 SKPD yang terkena rasionalisasi Pemprov, di pengajuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Banten Tahun 2016.
PAD di targetkan Rp 5,2 triliun sedangkan belanja daerah secara keseluruhan ditargetkan Rp 8,6 triliun,” kata Hudaya, Jumat (24/6/2016).

Kendati demikian, lanjut Hudaya, angka rasionalisasi itu masih kurang dari target Pemprov, yaitu Rp600 miliar. “Yang harus diingat, dalam anggaran perubahan, bukan pemotongan anggaran, namun rasionalisasi, artinya, anggaran yang disiapkan untuk program-program yang sekira tidak terlalu penting dan berpotensi menjadi Silpa dialihkan untuk keperluan lain yang mendesak,” kata Hudaya, menjelaskan.

Anggaran yang dinilai Hudaya tidak terlalu penting, seperti workshop, bimbingan teknis dan pekerjaan lainya yang selesai dilakukan enam bulan namun sampai saat ini lelangnya belum dilaksanakan dan batal.

“Dari pada berpotensi besar akan menjadi Silpa lebih baik dialihkan untuk sesuatu yang penting, karena kan saat ini Pemprov Banten mempunyai tanggung jawab pembayaran yang harus diselesaikan, misalnya pembanguna MCK, lalu ada juga seperti penambahaan modal untuk akuisisi Bank Banten sekitar Rp300 miliar dan untuk (alokasi-red) KPU (pilgub-red),” ujarnya. (Haris)

Related posts

Leave a Comment