Para Pemimpin Uni Eropa Rancang “Masa Depan” Tanpa Inggris

Para Pemimpin Uni Eropa Rancang Masa Depan Tanpa InggrisPara pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels, Belgia, Rabu (29/6/2016), untuk berusaha merancang masa depan pakta perekonomian itu tanpa Inggris.

Upaya itu dilakukan beberapa hari setelah rakyat Inggris memutuskan untuk meninggalkan blok itu, seturut dengan hasil referendum.

Seperti dilansir laman VOA Indonesia, kemungkinan KTT itu akan menjadi yang terakhir bagi Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Cameron telah menyatakan pengunduran dirinya, setelah mengetahui hasil dari referendum beberapa hari lalu. Dia akan meletakkan jabatannya pada Oktober 2016 mendatang.

Berbicara setelah KTT tersebut, Cameron mengatakan, meski ada kesedihan dan penyesalan, pertemuan para pemimpin 28 negara anggota Uni Eropa berlangsung konstruktif.

Ia juga mengatakan, Inggris dan Uni Eropa harus mengusahakan hubungan yang tetap baik, di bidang kerjasama perdagangan, maupun keamanan.

Namun para pemimpin lain, seperti Presiden Perancis Francois Hollande, menyampaikan pesan khusus kepada Inggris.

Dia menegaskan, Inggris tidak boleh mengharapkan adanya perlakukan khusus segera setelah keluar dari Uni Eropa, termasuk akses ke pasar tunggal Eropa.

Hollande mengatakan, untuk bisa mendapat akses itu, Inggris harus menerima kebijakan kebebasan bergerak warga sesama anggota negara-negara Uni Eropa.

Padahal, kebijakan itu yang ditentang mereka yang mengusahakan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel juga memperingatkan, Inggris tidak akan memiliki hak-hak istimewa yang diberikan kepada anggota Uni Eropa, tanpa memenuhi sejumlah kewajiban.

Related posts

Leave a Comment