Terdakwa Kasus Bank Banten Bacakan Pembelaan Menangis

laporan: Apriadi.

sony sidangglobalaktual.com, Serang — Menjadi terdakwa kasus penyuapan Bank Banten tidak hanya membuat Sony harus mempertanggungjawabkan di mata hukum dan karir politiknya. Gencarnya pemberitaan kasus suap tersebut di media massa membuat keluarganya juga mendapat sanksi sosial di masyarakat.

Sanksi sosial tersebut itulah membuatnya sangat bersalah hingga tak kuasa menahan tangis. Sambil terisak, Sony meminta maaf kepada keluarga dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Sanksi hukum, sanksi politik dan sanksi sosial adalah tiga konsekuensi yang layak saya terima dan saya terima dengan besar hati. Tetapi dari tiga sanksi itu sanksi sosial yang terberat saya tanggung. Sebab, bukan menimpa saya pribadi yang menerima tetapi juga segenap keluarga saya yang tidak terlibat. Untuk itu saya menyampaikan permohonan maaf,” ujarnya sambil terisak.

Hal tersebut di ucapkan Sony pada sidang dalam nota pembelaan di Pengadilan Tipikor Serang pada Selasa, 19 Juli 2016. Sidang dipimpin majelis hakim Epiyanto dan jaksa penuntut umum (JPU) KPK Iskandar Marwanto.

Kepada majelis hakim, Sony meminta agar dijatahui hukuman yang seringan-ringannya. Ia menyadari telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum. Akan tetapi hal tersebut dilakukan atas dasar meneruskan aspirasi anggota DPRD Banten.

“Saya menyadari telah melakukan perbuatan yang menciderai norma hukum meskipun saya tidak bermaksud demikian karena hanya semata-mata untuk meneruskan aspirasi anggota atas uang kerahiman,” katanya.

Ia juga mengungkapkan seandainya dirinya tidak ditugaskan sebagai Ketua Pelaksana Harian Banggar DPRD Provinsi Banten musibah operasi tangkap tangan oleh KPK pada 1 Desember 2015 tidak akan terjadi. OTT tersebut dianggap sebagai peristiwa yang menyedihkan bagi dirinya dan keluarganya.

“Sebagai ketua, selain bertugas memimpin proses RAPDB, benar atau tidak suka atau tidak saya menanggung beban mencarikan uang saku bagi anggota pada saat kunjungan kerja. perbuatan mencari anggaran tambahan tersebut merupakan suatu kelumrahan dimata kami yang kami sebut sebagai uang kerahiman,” katanya.

Menanggapi pembelaan Sony dan pengacaranya, JPU KPK tetap pada dakwaanya. Sebelumnya, JPU menuntut Sony dengan pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan.

“Kami tetap pada dakwaan yang mulia,” ujar Iskandar.

Tanggapan JPU tersebut juga ditanggapi senada oleh, Astiruddin dengan tetap pada pembelaannya. Rencananya sidang akan kembali digelar pada Selasa pekan depan dengan agenda vonis atau putusan terhadap terdakwa.

“Sidang kami tunda dan dilanjutkan Selasa pekan depan,” ujar ketua majelis Epiyanto.

Related posts

Leave a Comment