Di Banten Banyak Napi jadi Bandar Narkoba

Laporan: Helmiyanto.

User comments
User comments
globalaktual.com, Banten – Kepala Bidang Pemberatasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, AKBP Akhmad angkat bicara terkait kembali terkuaknya narapidana yang mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji yang belum lama ini terkuak oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnar) Polda Banten.

Ditemui di ruang kerjanya hari ini, Akhmad menjelaskan, di Banten, kasus seperti diakui BNN masih banyak terjadi. Bahkan menurutnya sesama napi, baik yang di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan (Rutan) tak jarang saling bersaing untuk menjerat konsumen yang di dalam maupun yang di luar Lapas maupun Rutan.

“Yah itu sudah biasa, napi yang di dalam mengatur ke sana – ke sini, dia biasanya punya kuda (kurir), itu belum semua terkuak karena belum didapati bukti, kita saat ini sedang terus berupaya,” papar Akhmad, Jumat (22/7).

Sulitnya menguak jaringan peredaran yang dikendalikan oleh napi dari dalam Rutan maupun Lapas menurut Akhmad karena pola yang digunakan oleh jaringan tersebut terputus putus. “Polanya putus, misalnya, untuk pengambilan barang dilakukan di tempat yang berbeda-beda, lalu nomor kontak yang digunakan untuk komunikasi ganti-ganti terus. Memang dalam pola ini menggunakan sistem kepercayaan, gak jarang bandar kena tipu kurir, barang gak ada uangnya gak ada,” papar Akmad.

Karena itu, lanjut Akhmad, untuk menguak kasus ini perlu kerjasama dari pihak Lapas maupun Rutan untuk memonitor. “Napi atau kudanya (kurir) yang di luar harus kita tangkap dulu buat menguak jaringan ini, tapi perlu bantuan Kalapas atau Karutan untuk memonitor secara intensif,” katanya.

Selain menjalin kerjasama dengan pihak Rutan dan Lapas, kedepan, menurut Akhmad BNN berecana akan melakukan operasi pembersihan Lapas atau Rutan, untuk waktu menurutnya belum ditetapkan. “Masing-masing (Rutan, Lapas, BNN) mempunyai program itu, namun dilakukannya dengan waktu yang berbeda-beda,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang narapidana dari Rutan Klas II B Serang dengan inisial BM diduga mengedarkan narkoba jenis sabu meski di dalam penjara. Aksinya tersebut dibantu oleh seorang kurir yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

Hal tersebut terbongkar setelah Direktorat Reserse Narkoba (Ditresrnar) Polda Banten membongkar kasus narkoba tersebut. Kasus tersebut sendiri terbongkar setelah pihak petugas membekuk dua orang tersangka kepemilikan narkoba jenis sabu berinisial AG (28) dan FJ (34), Selasa (19/7) malam.

Saat menjalani pemeriksaan, kedua tersangka mengaku mendapat sabu sebanyak empat paket tersebut dari napi kasus narkoba berinisial BM. Dari keterangan tersangka AG, meski dibalik penjara, AG beberapa kali mendapatkan tawaran sabu dari BM melalui telepon.

“Awalnya, AG mengaku menolak tawaran tersebut, karena mengaku ingin berhenti mengkonsumsinya. Tapi karena terus ditawari dan dirayu, akhirnya AG tertarik untuk mengonsumsi. Pengakuan AG, sabu ia beli melalui perantara BM. Kemudian BM menghubungi orang lain yang tidak dikenal AG. Sabu seharga Rp 1 juta menurut pengakuan AG belum dibayar. Pembayarannya langsung berhubungan antara AG dan BM,” papar Kasubdit II Ditresnar Polda Banten AKBP Irwansyah, Kamis (21/7).

Related posts

Leave a Comment