Warga Tangerang Korupsi Dana PNPM Ratusan Juta, Ditahan di Polres Serang

Laporan: Apriadi.

Warga Tangerang Ditahan di Polres Serangglobalaktual.com, Serang – Petugas Satuan Reserse dan Kriminal Polres Serang menangkap TH (37), warga Tangerang yang merupakan konsultan pendamping program PNPM Mandiri. Tersangka diamankan terkait kasus dugaan penyelewengan dana PNPM Mandiri dengan kerugian negara mencapai Rp500 juta.

Kasus dugaan korupsi oleh konsultan program tersebut terungkap dari hasil audit Badan Pemeriksa Keungan Provinsi (BPKP) pada 2013 atas anggaran PNPM Mandiri Tahun 2010 senilai Rp930 juta. Dana itu dialokasikan untuk 372 kelurahan se-Banten.

Ada 4 kegiatan yang seharusnya dijalankan oleh konsultan pendamping tersebut, namun yang berjalan hanya 2 kegiatan. Untuk anggaran dua kegiatan lainnya, TH menyisiasati dengan cara menahan penyaluran anggaran ke desa.

“Yang sudah diserap atau yang dilaksanakan dari pelatihan tersebut, dari empat hanya dua, yaitu kegiatan perencanaan partisipatif dan pelatihan channeling program yang sudah diserap oleh yang bersangkutan adalah Rp900 ribu per kelurahan dari 372 kelurahan,” kata Kasatreskrim Polres Serang, AKP Arrizal Samileno, saat ekspose perkara di Mapolres Serang, Jumat (29/7/2016).

Arrizal mengungkapkan, modus operansi yang dilakukan tersangka adalah dengan membuat surat permohonan penahanan untuk dicairkannya anggaran ke setiap desa melalui bank, dengan surat yang dipalsukan atas nama perusahaan tempatnya bekerja. Tersangka yang merupakan warga Tangerang itu, menjabat sebagai Manajer Area PT Akronin EMP.

Kata Arrizal, dana sebesar Rp930 juta yang sebagiannya diselewengkan tersangka, adalah untuk dikirimkan ke 46 rekening nasabah BRI. Nasabah tersebut merupakan nasabah perwakilan setiap kelurahan.

“Modus operandi yang bersangkutan adalah dia mengeluarkan surat pending surat permohonan untuk pending transfer pemindahbukuan dari Bank BRI menuju ke 46 nasabah tersebut dan dialihkan ke rekening pribadi. Surat ini setelah diselidiki, ternyata itu tidak bisa dikonfirmasi, artinya palsu. Surat hanya bikinan pribadi inisiatif sendiri atas kehendak pribadi,” kata Arrizal.

Pengakuan tersangka, dana yang diselewengkan sudah habis digunakan untuk kepentingan pribadi. Tim kepolisian sudah mengecek ke bank dan ternyata saldo di rekening tersangka sudah kosong.

“Untuk jumlah uang yang diselewengkan menurut keterangan tersangka digunakan untuk kepentingan pribadi dari tahun 2010 sampai dengan saat ini. Kami tanyakan sudah habis untuk kepentingan pribadi, itu sudah kita cek rekening yang bersangkutan tiap bulan ada penarikan,” kata Arrizal.

Selain itu, polisi juga berhasil menyita sebuah dokumen penting milik tersangka yang digunakan sebagai modus kejahatan. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 junto pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 perubahan atas Undang-Undang nlNomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi

Related posts

Leave a Comment