Dua Pelajar Terpilih Sebagai Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Kota Pekalongan

globalaktual.com, KOTA PEKALONGAN – Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, memilih dua pelajar yakni masing-masing Isna Fadia L dari MAN 1 Pekalongan dan Ahmad Adi Nugroho dari SMAN 3 Pekalongan, sebagai Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas tingkat Kota Pekalongan tahun 2019. Pemilihan digelar di Aula Kantor Dinhub Kota Pekalongan.

Selain Isna dan Ahmad Adi, juga dipilih pemenang ketiga atas nama Alfinda Zahra Huwaida dari SMAN 4 Pekalongan. Namun dari ketiga pemenang, hanya juara pertama dan kedua yang akan dikirim mengikuti pemilihan pelajar pelopor keselamatan tingkat provinsi. Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Dinhub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono.

Keduanya terpilih setelah melalui penilaian tentang karya tulis, inovasi, wawancara dan penampilan dalam presentasi. Maisng-masing dinilai memiliki inovasi yang menarik di bidang lalu lintas. Isna membuat inovasi yang memudahkan masyarakat mengakses soisalisasi tentang keselamatan lalu lintas yakni lewat barcode. Sedangkan Adi, menciptakan sensor traffic light bagi penderita buta warna.

“Setelah penilaian awal dan penilaian saat penampilan kami pilih dua pelajar sebagai pelajar pelopor keselamatan lalu lintas. Keduanya kami pilih untuk nantinya kami kirim ke pemilihan tingkat provinsi sekitar Juni mendatang,” ungkap Kabid Lalu Lintas pada Dinhub Kota Pekalongan, M Restu Hidayat.

Dalam pemilihan tersebut, ada sembilan sekolah yang mengirimkan perwakilan pelajar. Masing-masing sekolah mengirimkan satu sampai dua pelajar sebagai perwakilan. Sehingga total ada 14 pelajar yang menjalani penilaian. “Awal Mei dilakukan penilaian oleh juri dari Dinas Pendidikan, dan Dinas Perhubungan,” tambahnya.

Yang dinilai awal yakni karya tulis tentang inovasi masing-masing. Kemudian inovasi tersebut dipaparkan di depan juri saat presentasi. Namun dari seluruh inovasi, hanya ada beberapa yang berhasil diwujudkan. Salah satunya yakni inovasi milik juara pertama, Fadia, tentang barcode berisi sosialisasi keselamatan lalu lintas.

“Kemudian telah ditentukan pemenangnya dan nanti kami kirimkan dua perwakilan satu laki-laki satu perempuan untuk mengikuti pemilihan pelajar pelopor di tingkat provinsi. Harapan kami mereka dapat mempertahankan penampilan dan paparan inovasinya tersebut sehingga bisa membuahkan hasil bagi Kota Pekalongan,” tandasnya. (hen)

Related posts

Leave a Comment