Di Batang, Ratusan Bungkus Snack Belum Belum Memiliki SPP-IRT

globalaktual.com, BATANG – Dari ribuan produk yang ada di pasaran hanya ada sekitar 400-an produk saja yang sudah mengantongi Sertifikat Pangan Produksi Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT). Padahal, izin sertifikat tersebut wajib dimiliki oleh produk pangan dengan masa simpan minimal tujuh hari.

Hal itu seperti disampaikan Kabid Pelayanan dan Sumber daya kesehatan, dr Zunuron, saat diwawancarai melaui Kasi Kefarmasian dan Alkes, Riza Zakiyah, belum lama ini. Diterangkan, SPP-IRT inilah yang bisa memastikan jika produk tersebut sudah aman kandungan bahan dan pengemasannya.

“Jadi banyak produk yang kami temukan beberapa di antaranya tidak ada SPP-IRT. Sebenarnya SPP-IRT ini sangat dibutuhkan, tapi biasanya produsen itu masih belum peduli. Karena mungkin bagi mereka untuk mengurusi membutuhkan beberapa tahapan. Dan mungkin itu yang menjadikan pengusaha malas untuk mengurus SPP-IRT,” terang Riza.

Dijelaskan, dengan pengurusan SPP-IRT usaha dapat berkembang lebih pesat. Karena beberapa toko, khususnya yang besar memang membatasi produk yang tidak memiliki SPP-PIRT.

“Ketika kami lakukan operasi dan pengawasan ke pasar, mereka mengeluhkan tentang sulitnya pembuatan SPP-IRT. Padahal pembuatan SPP-IRT sangat mudah, hanya memang butuh kesiapan dari produsen tersebut untuk melakukan pengolahan pembuatan pangan sesuai dengan standar. Entah dari pengemasan, pembuangan limbah, bahan-bahan dan lainnya. Buatnya tinggal ambil formulir ke DPMPTSP dan nanti kami tindak lanjuti,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang, Margo Santosa menjelaskan pembuatan SPP-IRT gratis atau tidak dipungut biaya. Produsen yang berniat untuk mendaftarkan produknya cukup mengambil formulir pendaftaran ke DPMPTSP. Nantinya formulir tersebut akan diteruskan ke Dinkes.

“Pembuatan SPP-IRT tidak dipungut biaya alias gratis. Jadi pengusaha cukup mendaftarkan produk mereka dan kami akan lanjutkan ke Dinkes. Nantinya dinkes akan memberikan rekomendasi dengan melakukan survei ke tempat produksi usaha. Jika segela item penilaiannya terpenuhi maka Dinkes akan memberikan rekom. Setelah itu kami keluarkan izinnya,” terangnya.

Menurutnya, pembuatan SPP-IRT juga prosesnya tidak sulit. Terlebih jika memang para produsen ini sudah berkomitmen menbuat produk pangan yang sesuai dengan standar. Jika proses peninjauan lancar dan sudah sesuai dengan penilaian Dinkes, sertifikat izin bisa rampung kurang lebih sebulan. (H3n)

Related posts

Leave a Comment