IPM Batang Urutan Enam Terbawah

globalaktual.com, BATANG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang tercatat masih rendah, berada di urutan nomor enam dari bawah. Permasalahan tersebut karenanya layak menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemkab Batang untuk segera memperbaikinya.

“IPM Kabupaten Batang saat ini masih rendah, di urutan nomor enam dari bawah,” ungkap Wakil Bupati Batang, Suyono, saat gelaran Tarawih Ukhuwah, baru-baru ini.

Ia menyebut, selain faktor kesehatan, angka harapan hidup dan pendapatan perkapita masyarakat, faktor lain yang sangat mempengaruhi rendahnya IPM Kabupaten Batang ialah bidang pendidikan.

“Selain itu, pendapatan perkapita Kabupaten Batang yang masih sangat rendah, yakni Rp 8.800.000 peorang/pertahun, artinya setiap warga hanya mampu menghasilkan kurang dari Rp 800.000 perbulannya,” jelasnya.

Untuk itu, Suyono menyerukan kepada segenap wali murid atau orang tua yang memiliki anak masih duduk di bangku pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMA untuk berusaha memberikan pendidikan setinggi-tingginya kepada anaknya. 
“Pendidikan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan IPM Kabupaten Batang selain kesehatan, angka harapan hidup, dan pendapatan perkapita masyarakat,” kata suyono.

Ia juga berharap para orang tua mau dan mampu menyekolahkan putra-putrinya, minimal tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Sehingga ke depan Kabupaten Batang memiliki generasi yang hebat. Karena ke depan Batang akan menjadi salah satu pusat industri, pabrik satu perasatu akan tumbuh dan berkembang di Batang.

“Orang tua mempunyai kewajiban mendidik dan mensekolahkan anaknya. Permasalahan anak mau jadi apa kita serahkan kepada Allah SWT. Harapannya, lewat pendidikan inilah yang kelak akan membawa perubahan peningkatan ekonomi yang lebih baik pada keluarga, sehingga anak cucu kita tidak lagi merasakan nasib serupa, biarkan orang tua yang bernasib kurang beruntung namun jangan pada anak anak kita,” tuturnya.

Suyono juga menghimbau kepada warga untuk selalu menjaga kekompakan, guyub rukun, karena itu menjadi ciri khas bangsa indonesia di mana masyaraktnya dapat saling berdampingan mesti banyak perbedaan satu sama lain.lain.

“Jangan sampai bangsa indonesia terpecah belah karena perbedaan, namun sebaliknya jadikan perbedaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus membangun bangsa” tegas suyono

Tak hanya menyerukan pentingya meneruskan pendidikan, Suyono juga mengingatkan kepada masyarakat untuk taat membayar pajak guna pembangunan di Kabupaten Batang.

“Kemampuan pajak sangat luar biasa sehingga perlu kesadaran tinggi untuk membayar pajak. Karena pajak warga sangat berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Batang. Pajak juga dikelola untuk membantu warga kurang beruntung,” ucap Suyono. (H3n)

Related posts

Leave a Comment