Pencairan Jaminan Hari Tua Meningkat

globalaktual.com, KOTA PEKALONGAN– Pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan (TK) cabang Pekalongan meningkat pada momen menjelang Lebaran. Rata-rata tiap hari terdapat sekitar 100 peserta yang melakukan klaim JHT. Jumlah tersebut, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan jumlah pencairan JHT pada hari biasa.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Pekalongan, Wiwik Septi Herawati mengungkapkan, faktor kebutuhan yang tinggi saat Lebaran menjadi salah satu alasan meningkatnya klaim JHT. Menurutnya, banyak peserta yang sudah berhak mencairkan JHT menunda pencairan dan baru dilakukan pencairan pada momen saat ini.

“Memang ada peningkatan dan bisa dikatakan itu karena momen menjelang Lebaran. Jadi peserta sengaja menunda pencairan JHT sampai pada jelang Lebaran ini. Tren ramai pencairan JHT yakni jelang Lebaran dan saat musim masuk sekolah karena memang uang simpanannya dibutuhkan untuk pembiayaan pada momen-momen tersebut,” jelasnya.

Septi melanjutkan, JHT merupakan uang simpanan yang baru dapat dicairkan saat peserta yang bersangkutan sudah tidak bekerja atau saat tidak ada penghasilan. “JHT dapat dicairkan bagi peserta yang sudah tidak bekerja atau belum mendapatkan pekerjaan kembali. Atau pekerja yang sudah mencapai umur 56 tahun meskipun belum berhenti bekerja,” tambahnya.

Selama tahun 2019 yakni sejak Januari hingga April, pembayaran klaim JHT juga menempati jumlah pembayaran klaim tertinggi yakni mencapai Rp72,19 miliar dari 6.794 kasus. Kemudian peringkat kedua yakni pembayaran klaim untuk jaminan kematian (JKM) dengan nilai sebesar Rp3,11 miliar dari sebanyak 93 kasus. Selanjutnya pembayaran klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebesar Rp1,3 miliar dari 193 kasus dan jaminan pensiun (JP) sebesar Rp301,8 juta dari 465 kasus.

Septi mengatakan, tahun ini BPJS TK juga masih fokus untuk mewujudkan aggresive growth dengan menjaring pekerja formal maupun informal untuk menjadi peserta. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggandeng Pemkot Pekalongan melalui kepesertaan tenaga non PNS. Kemudian juga kerjasama khusus dengan Dindagkop UKM untuk menjaring kepesertaan melalui mitra UKM.

“Tahun 2019 pergerakannya sudah cukup bagus, sudah ada kenaikan yang signifikan. Kami juga bekerjasama dengan Satuan Pengawas Ketenagakerjaan (Satwasker) Jawa Tengah untuk mendorong ketaatan perusahaan baik dalam kepesertaan maupun dalam pengikutsertaan program dan pembayaran iuran,” tandasnya.(h3n)

Related posts

Leave a Comment