Puluhan Masyarakat Kabupaten Batang Gelar Aksi Massa Tununtut Penurunan Tarif dan Peningkatan Kualitas Pelayanan PDAM Batang

globalaktual.com, BATANG – Para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Batang, mengeluhkan kondisi aliran dan juga kualitas air. Kondisi tersebut disebabkan aliran air yang sering tak mengalir, dan juga acap kali keruh.

“Penyakit PDAM dari dulu sampai sekarang tak ada perubahan, seperti tak ada pembenahan. Air sering tak mengalir, dan jikapun mengalir tak jarang kualitasnya buruk alias keruh,” ujar pelanggan PDAM di wilayah Kalisalak, Batang, Wisnu Suryotomo.

Wisnu menjelaskan, aliran air PDAM pada pagi hari saat para ibu akan beraktifitas mengalirnya sangat kecil, bahkan mampet. Akibatnya, bagi rumah tangga yang hanya mengandalkan air dari PDAM kesulitan untuk beraktifitas, seperti memasak, mandi maupun kegiatan lainnya.

“Tidak hanya itu, kalaupun mengalir, acap kali airnya keruh. Tentu saja air seperti itu tidak bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Dan persoalan seperti itu terus berulang, seperti tanpa solusi,” jelas Wisnu.

Menurut Wisnu, PDAM sebagai perusahaan daerah yang menjual kebutuhan esensial, yaitu air harusnya mempertimbangkan betul beberapa resiko atau kejadian luar biasa yang harus segera di tangani. “Sudah berkali-kali permasalahan PDAM muncul dengan alasan perbaikan jaringan. Apakah pdam tidak memiliki roadmap yg jelas dalam maintenance sumberdaya dan sarana infrastruktur serta sumber air yang ada ?,” tanyanya.

Ganguan pendistribusian air bersih dari PDAM yang sering terjadi memberikan dampak serius bagi pola aktivitas rumah tangga yang notabene mengandalkan air dari PDAM. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah jajaran direksi PDAM juga berfikiran yang sama terhadap perubahan pola aktivitas rumah tangga khususnya kaum ibu-ibu. Mereka harus bangun tengah malam untuk mendapatkan air dari PDAM karena kadang setelah ada perbaikan air baru tengah malam bisa mengalir. Belom pagi pagi harus ribut akibat suplay air tak kunjung ada.

“Semua perlu di berikan solusi ….duduk bersama diskusi dan jangan malu atau baper jika memang harus menerima kritik dan saran,” harap Wisnu.

Tidak hanya Wisnu, sebenarnya banyak pelanggan lainnya yang juga mengeluhkan kualitas pelayanan dari PDAM Kabupaten Batang. Mereka mencurahkan keluh kesah layanan PDAM melalui media sosial.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena jikapun menyampaikan keluhan langsung ke pihak PDAM, jawabannya tetap sama, masih dicari penyebabnya. Selain itu, juga jurus lama, yaitu berjanji akan meningkatkan mutu pelayanan.

Direktur PDAM Batang, Yulianto ketika dikonfirmasi menjelaskan, terganggunya pasokan air ke pelanggan terutama pada jam-jam tertentu diakibatkan terbatasnya pasokan air baku. Akibatnya, saat penggunaan air oleh pelanggan meningkat, aliran air menjadi kecil, bahkan untuk daerah tertentu bisa tidak mengalir.

“Memang kemampuan pasokan air baku dari Bismo sudah maksimal, sehingga jika pemakaian tinggi, seperti pada jam-jam tertentu, menyebabkan pasokan air menjadi kecil. Dan kami telah berupaya untuk menambah pasokan air dengan menghidupkan kembali sumur-sumur dalam, dan akan menambah pasokan dari sumber air di Pecalungan,” jelas Yulianto ketika dikonfirmasi melalui telepon.

Yulianto mengungkapkan, untuk Kota Batang kemampuan menambah sambungan ke rumah saat ini belum mampu. Pasalnya, kapasitas yang ada tidak mampu menambah sambungan baru lagi. Namun demikian, Karena PDAM sebagai pelayan masyarakat dan air merupakan hak asasi manusia, maka mau tidak mau harus melayani. Ketika melayani sambungan baru pelayanan menjadi kurang maksimal, khususnya pada pemakaian jam puncak sore dan pagi pas pemakaian bersama kondisi aliran air berkurang.

Oleh karenanya, pihak manajemen PDAM Batang menghimbau agar pada saat malam hari andon air, untuk antisipasi kapasitas aliran air berkuramg. “Bagi masyatakat yang beluk punya tandon, pelanggan bisa bisa mengajukan kredit Tandon di PDAM, kami sudah menyediakanya,” lanjut Yulianto.

Ia juga mengatakan bahwa pemakaian air di bulan Romdahon ada peningkatan yang cukup tinggi, yang biasanya pemakaianya kutang dari 20 persen, kini sampai 20-25 kubik air.

“Mudah-mudahan upaya yang kami lakukan bisa meningkatkan mutu pelayanan, termasuk dengan mengoptimalkan kembali sumur dalam bisa menambah pasokan air ke pelanggan,” tandas Yulianto. (GA Tim)

Related posts

Leave a Comment