11 SMP di Kota Santri Gelar PPDB Online

globalaktual.com, KAJEN – Pada bulan Juni 2019 ini proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan dimulai untuk satuan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP di Kabupaten Pekalongan. PPDB Tahun Ajaran 2019/2020 melalui tiga jalur, yakni jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan orangtua.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Sumarwati melalui Kabid Dikdas H Subkhan, Kamis (13/6) kemarin. Subkhan mengatakan, ada perbedaan PPDB Tahun Ajaran 2019/2020 ini dengan tahun ajaran sebelumnya. Pada Tahun Ajaran 2018/2019, kata dia, penerimaan peserta didik masih menggunakan nilai akademik dan nonakademik.

Pada tahun ajaran kali ini, lanjutnya, PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni zonasi dengan kuota minimal 90 persen, prestasi dengan kuota maksimal 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua dengan kuota maksimal 5 persen. Hal ini berpedoman pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 dan Perbup Nomor 18 Tahun 2019 tentang PPDB tingkat TK, SD, SMP Tahun Ajaran 2019/2020.

“Untuk jalur zonasi penentuan jarak bisa dilakukan melalui google maps atau keterangan dari sekolah asal. Jalur prestasi nanti ada verifikasi oleh tim dinas. Yang terbaru lagi adalah jalur perpindahan tugas atau kerja orangtua. Misalkan si A orangtuanya pindah tugas ke Semarang, maka anaknya bisa mendaftar sekolah di Semarang namun kuotanya maksimal 5 persen,” terang dia.

Dikatakan, satuan pendidikan pada jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP negeri dilarang melakukan pungutan dan/atau menerima sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2019/2020. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan telah mengeluarkan surat edaran tentang larangan penarikan uang syukuran kenaikan atau kelulusan dan larangan penarikan iuran/sumbangan selama proses PPDB. Jika larangan ini dilanggar, tandas dia, akan dikenakan sanksi administratif.

Subkhan menerangkan, dalam Pasal 20 Perbup Nomor 18/2019 disebutkan sanksi tersebut. Yakni, sanksi yang diberikan jika larangan itu dilanggar oleh pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berupa teguran tertulis, penundaan atau pengurangan hak, pembebasan tugas, dan/atau pemberhentian sementara/tetap dari jabatan. Jika pelanggaran dilakukan kepala satuan pendidikan, guru, dan/atau tenaga kependidikan, lanjut dia, bisa diberikan sanksi berupa teguran tertulis, dan/atau penundaan atau pengurangan hak.

Disebutkan, untuk jalur zonasi domisili berdasarkan alamat kartu keluarga (KK) yang diterbitkan minimal satu tahun sebelumnya. Menurutnya, KK dapat diganti dengan surat keterangan (suket) domisili dari RT/RW, kecuali untuk Tahun Ajaran 2019/2020 dapat menggunakan KK yang diterbitkan minimal enam bulan sebelumnya. Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau suket domisili sesuai dengan dalam satu wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal.

Untuk usia calon peserta didik sesuai dengan Kemendikbud, terang Subkhan, untuk TK 4 tahun (A) dan 5 tahun (B). Diterangkan, untuk SD usia 7 tahun diutamakan, 6 tahun bisa, dan 5,6 tahun dengan rekomendasi psikolog. “Jika sulit mendapatkan rekomendasi dari psikolog, maka rekomendasi ini bisa diperoleh dari guru bimbingan konseling atau dewan guru,” kata dia.

Sedangkan untuk SMP maksimal 15 tahun dan memiliki ijazah/STTB SD. Untuk SMA/SMK maksimal 21 tahun, memiliki ijazah/STTB SMP, memiliki SHUN SMP.

PPDB jenjang TK dan SD pendaftaran 20-22 Juni, pengumuman 24 Juni, daftar ulang 25-26 Juni, dan mulai masuk sekolah pada 15 Juli 2019. 
Untuk jenjang SMP, terang dia, ada dua jalur pendaftaran, yakni pendaftaran secara online (daring) dan pendaftaran secara offline (luring). Jadwal pendaftaran secara online 17-19 Juni, pengumuman 20 Juni, daftar ulang 21-22 Juni, dan mulai masuk sekolah 15 Juli 2019. Sementara itu, pendaftaran secara offline 20-22 Juni, pengumuman 24 Juni, daftar ulang 25-26 Juni, dan mulai masuk sekolah 15 Juli 2019. 
Diterangkan, dari 63 SMP negeri ada 11 SMP yang siap melaksanakan PPDB secara online. Pendaftaran melalui online melalui www.pekalongan.siap-ppdb.com. Kesebelas SMP yang siap dengan pendaftaran secara online ini masing-masing SMPN 1 Bojong, SMPN 1 Kajen, SMPN 1 Karanganyar, SMPN 1 Kedungwuni, SMPN 2 Kedungwuni, SMPN 1 Kesesi, SMPN 1 Sragi, SMPN 2 Sragi, SMPN 1 Tirto, SMPN 1 Wiradesa, dan SMPN 1 Wonopringgo. (ga team)

Related posts

Leave a Comment