Ketua PADI Ajak Pemuda Manfaatkan Potensi Desa

Pangandaran, globalaktual.com – Ketua umum Perhimpunan Anak Desa Indonesia (PADI) Rizki Akbar Fatoni, mengajak anak anak muda untuk memanfaatkan potensi desa. Salah satunya, memanfaatkan pertanian desa melalui peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

Dijelaskan Rizki Akbar, saat ini PADI fokus kepada pengembangan potensi desa, soalnya berbicara perdesaan sangat kompleks permasalahan.

“Sebenarnya, saya miris karena pemuda di desa ini kurang peka, kenapa orang tua mindset nya jika ingin sukses harus ke Jakarta atau Bandung,”katanya, Selasa (25/07/2024).

Sudah saja yang ada di desa masing masing tinggal kita selesaikan masalah di desa soal pertanian.

Rizki menawarkan penyelesaian persoalan pertanian dengan membagi lima solusi, pertama modal, lahan, pemasaran, tekhnologi, dan Sumber Daya Alam (SDA).

“Jika semuanya terselesaikan, saya yakin suatu desa akan maju dan berkembang. Karena hari ini, desa dengan kota sama tipis,”ujarnya.

Apalagi, sambung Rizki, Presiden Jokowi sudah sukses membangun infrastruktur. Nah, sekarag tinggal SDM nya yang kita bangun, yaitu anak anak muda harus kedepan.

“Anak anak muda, masih kata Rizki, harus memiliki visi misi jangan sampai anak muda hanya jadi penonton karena saking luasnya lahan, tapi tidak mempunyai pengetahuan, akhirnya asing yang menguasai,”tandasnya.

Jadi, menurut Akbar, ini tidak harus terjadi, dan harus kita pribumi yang menguasai.

Rizki mengakui saat ini dirinya tengah mendorong potensi desa yang dimana ada pemetaan aset desa serta permasalahannya. Misal di satu desa ada aset natura, ada finsial, SDM, fisik, sosial budaya nya.

“Nah, ketika tahu di satu desa ini misalkan kuat di singkong nya. Ya sudah, garap terus. Kemudian di jagung nya, Ya sudah gimana caranya kita garap terus,”ungkapnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, dalam segi modal nya pun kita pikirkan. Jadi kenapa di luar negeri petani maju karena di sana petani fokus pada produksi nya saja. Karena masalah pemasaran mereka tidak pikirkan, sudah ditanggung pemerintah yakni dibeli dengan harga bagus.

“Tapi kalau di kita mah semua dipikirkan,”cetusnya.

Rizki menambahkan, berbicara permodalan tentunya kita di sini juga harus menekan program program pemerintah seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar bisa di akses dan dimanfaatkan.

“Tapi terkadang kebutuhan mendasar menjadi permasalahan petani karena harus punya agunan. “Nah alhamdulillah, hari ini ada satu program yang sudah direncanakan dari pemerintah tanpa agunan juga tidak masalah hanya diperlukan offtaker,”tambah Riski Akbar.

Offtaker sendiri, jelas Rizki, artinya penjamin pasar. Misalkan, menanam singkong penjamin pasarnya dari pihak bank. Mereka akan mensupport hanya tidak akan diberikan uang tapi akan diberikan berbagai kebutuhan.

“Seperti pupuk, alat produksi sesuai yang diajukan. Kalau uang tunai nya, itu hanya untuk upah sesuai RAB dari nol tanam sampai panen berapa lama itu yang akan dibiayai,”terangnya.

Hanya saja, tambah Rizki, sampai hari ini juga permasalahan bank sulit mencari petani yang amanah, karena diberikan pinjaman bukan dipakai sesuai kebutuhan malah dipakai secara konsumtif.

“Ini yang menjadi permasalahannya, jadi saat ini bank mengambil metode seperti itu. Pembiayaan langsung diberikan manfaatnya saja dengan menyediakan barang dari si offtaker penjamin pasar,”paparnya.

Rizki berharap, bahwa bagaimana kita memperbesar rasa syukur kita dengan cara melakukan hal produktif khususnya anak muda yang bisa berani berbuat dengan melawan stigma yang negatif.

“Apapun bidangnya, kita harus memaksimalkan dengan mempunyai data spasial di setiap desa dan kita selesaikan lima masalah tadi, utamanya pemberdayaan SDM tentang mindset dan mentalnya,”Pungkas Akbar.   (A. Haris)

admin

Situs Berita Teraktual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *