BISNIS PPDB DKALA PANDEMI DI KOTA DEPOK

globalaktual.com, Depok , Ratusan siswa Warga kota Depok terancam terlantar tidak bisa sekolah. Orang tua pada mengeluh anaknya mulai terganggu kejiwaannya karena belum sekolah, KCD dan Kepala Sekolah, diam membisu.

Kelakuan pejabat Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Bogor – Depok dan Kepala Sekolah SMA dan SMK Negeri di Kota Depok memang sangat luar biasa peranannya dalam mengasuh anak didik hingga mereka belum bisa masuk sekolah ajaran tahun 2021-2022.

Ini bukan hoak, tapi fakta di lapangan, banyak calon siswa yang mendaftar SMA/K Negeri melalui jalur Afirmasi, Prestasi dan Zonasi tersingkir dari data pendaftaran melalui Selver panitia PPDB.

Satu-satunya harapan orang tua untuk bisa diterima anaknya masuk sekolah melalui jalur Optimalisasi, ternyata apa lacur berkata, semua calon siswa yang mendaftar di jalur Optimalisasi ditolak mentah – mentah oleh pemilik kebijakan, yaitu KCD Wilayah II Jawa Barat dan Kepsek SMA/K Negeri kota Depok.

Rombongan belajar dijalur Optimalisasi ternyata telah tersedia karpet merah untuk orang tertentu jalan berlenggang.

“SMA NEGERI 4 Sukatani Kota Depok
Tolong bantu anak saya mau masuk ke sekolah negeri dong,” kata suara hati ibu, yang tak mau disebutkan namanya, sembari mengeluh.

“Anak saya udah terganggu psikisnya karena melihat teman – temannya, sudah pada sekolah,” keluhnya di Jalan Margonda, Jumat (30/7/2021).

Menurut Benny Gerungan, ketua PWOIN Kota Depok menanggapi persoalan kenapa tidak bisa sekolah di negeri, Sekolah negeri itu di anggarkan 20 persen dari APBN dan APBD – P dan APBD Kabupaten/kota.

“Mereka harus menikmatinya, karena uang pendikan untuk sekolah juga merupakan hasil dari pajak masyarakat sipil, bukan ASN yang di gaji oleh negara,” jelasnya. (M.F.Mirza /jef)

admin

Situs Berita Teraktual

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *